Minggu (22/9/2019), ada sejumlah pasal dalam RUU Pertanahan
yang dinilai bermasalah dan tidak berpihak pada petani. Dikutip dari
Kompas.com,
"Kami mengajak pada 24 September aksi damai, karena
situasinya sedang memanas terutama di Jakarta, terutama terkait pembahasan
RUU," kata Koordinator Umum Hari Tani Nasional 2019, Dewi Kartika, dalam
konferensi pers di Sekretariat Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA),
Jakarta Selatan, Minggu (22/9/2019) kemarin.
Rencananya, mahasiswa hari ini akan kembali demo di gedung
DPR. Tak hanya mahasiswa dari Jakarta, kabarnya mahasiswa dari luar ibu kota
juga akan turut berunjuk rasa di DPR. Diberitakan Kompas.com, ratusan
perwakilan mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang akan ikut
turun ke jalan serukan aksi nasional bersama Aliansi Mahasiswa Indonesia Selasa
(24/9/2019) di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta.
Ketua BEM Undip M. Anies Ilahi mengatakan, perwakilan
mahasiswa Undip akan ikut menyuarakan aspirasinya melalui aksi damai yang akan
berlangsung di depan Gedung DPR RI Senayan Jakarta. Selasa (24/9/2019). Menurutnya,
aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk dukungan mahasiswa atas seruan Maklumat
Tuntaskan Reformasi yang menilai bahwa pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR) telah membuat serangkaian kebijakan yang mendorong pemerintahan yang korup,
otoriter, dan menciptakan ekonomi yang eksploitatif. "Atas dasar itu kami
akan turun ke jalan untuk menyampaikan beragam tuntutan yang menjadi keresahan
bersama rakyat Indonesia,"
Hari ini, Selasa, 24 September 2019, Polda Lampung
mengerahkan personel Brimob, Ratusan personel Brimob ini dilepas oleh Kapolda
Lampung Irjen Purwadi Arianto untuk mengawal aksi damai yang akan dilakukan
oleh Mahasiswa. "Sebanyak 551 personel Brimob Polda Lampung yang
dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Kombes Doniyar Kusumaji diberangkatkan BKO
ke Polda Metro Jaya dan bergabung dengan personel Brimob lainnya dalam rangka
pengamanan aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta," kata Kabid Humas
Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangannya kepada wartawan,
Senin (23/9/2019).
Dalam upacara pelepasan tersebut, Kapolda mengamanatkan
kepada personel Brimob untuk berkoordinasi dengan satuan kepolisian setempat.
Personel juga diimbau menjaga nama baik Polda Lampung. "Kemudian yang terpenting, Pak Kapolda mengamanatkan
agar anggota dalam menangani aksi unjuk rasa mengedepankan humanisme,"
kata Pandra. Anggota juga diimbau tidak terprovokasi. Personel juga
diwanti-wanti untuk memedomani peraturan-peraturan dalam mengambil tindakan, seperti
Perkap No 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, dan
Perkap No 2 Tahun 2019 tentang Penindakan Huru-hara.
Unjuk rasa dilampung dihadiri oleh berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas
yang ada di Lampung, (Universitas Lampung, Darmajaya, Universitas Teknokrat Indonesia, Politeknik Negeri Lampung, Universitas Bandar Lampung, Universitas Islam Negeri Raden
Intan, Universitas Mitra Lampung, Poltekkes Tanjung Karang) dan Mahasiswa serta masyarakat umum.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Mahasiswa Bergerak"
Posting Komentar